Terpopuler

Kamis, 17 Februari 2011

Sedikit Tanah Cimahi

Sudah lewat satu bulan saya berada di Bandung. Entah mengapa hari kamis ini saya ingin jalan - jalan mengitari Cimahi dan Bandung.

Diawali dengan kota Cimahi, saya besar di kota yang baru berusia 9 tahun pada 2010 ini. Sejak ditetapkan sebagai kota otonom melalui Undang-undang (UU) No.9/2001 tentang Pembentukan Kota Cimahi kota ini berkembang cukup cepat sesuai dengan fungsinya.

Flash Back sejenak ke tahun 2006..

Pernah punya ide untuk memberikan hadiah ulang tahun ke-5 untuk kota ini, yaitu berupa buku atau foto - foto mengenai Cimahi. Awalnya saya semangat dan ambisius karena waktu itu masih kuliah dan sudah dapat melihat Cimahi sebagai "kota baru" yang memiliki infrastruktur cukup lengkap. Mulai dari rumah sakit, perguruan tinggi, pasar tradisional dan modern, stasion kerera api, tempat pendidikan militer, tempat wisata, kawasan industri, mall untuk belanja, stadion sepakbola bahkan hingga alun-alun dan masjid Agung, Cimahi memiliki itu semua. Saya ingin menyelesaikan itu semua sendiri, tapi akhirnya saya sadar saya butuh bantuan beberapa teman untuk menyelesaikan ini. Sayangnya tidak ada teman yang memiliki pemikiran yang sama ketika itu ditambah lagi dengan pemerintahan yang belum terbentuk secara tranparan dan solid seperti sekarang. Waktu itu saya bingung mengenai batasan kota ini, karena tempat tinggal saya berada diperbatasan antara Cimahi dan Kabupaten Bandung, Ketika saya kecil saya tinggal di Cimahi Tengah tapi sekarang sudah tidak dinamakan Cimahi Tengah lagi. Akhirnya saya mencari tahu perihal ini, tepatnya pada Badan Pertanahan Nasional, Kota Cimahi tentunya. Saya menemukan kantornya didekat stadion sepakbola, saya tanya ke mereka sangat disayangkan jawabannya. "Kami pun belum memiliki data yang akurat tapi dapat dikira-kira, yang ditanya perbatsan sebelah mana dek?". Wah udah mo 5 tahun masih seperti ini??

Dan kemarin saya melihat kantor Badan Pertanahan Nasional ini sudah ada "identitasnya" memiliki kantor yang bagus tepat didepannya Puskesmas Citeureup. Jika saya amati bangunan ini masih baru dan tipe bangunannya cukup mengikuti perkembangan jaman sekarang atau mungkin sudah dipaten untuk bangunan pemerintahan sekarang? yang pasti tidak kaku. Selidik punya selidik kantor ini baru diresmikan pada tahun 2010 kemarin. Kantornya masih di daerah "pasar atas" saya menyebutnya demikian karena dari kecil menyebut daerah ini seperti itu,sekarang mungkin sudah berubah seperti halnya Cimahi Tengah. Nanti jika ada kesempatan saya akan menanyakan mengenai perbatasan kota ini, mudah-mudahan jawabannya tidak mengecewakan.

Menyusuri jalan Citeurep saya jadi inget ketika SD dulu ada pelajaran olah raga dan renang di Pasar atas ini,di SGO atau Cempaka. Sepintas saya melihat jalan menuju ketempat kolam renang itu, tidak ada perubahan yang mendasar masih seperti itu saja yang cukup membedakan ialah rumah - rumah disekitar tempat itu. Banyak menjadi tempat usaha, dulu seinget saya hanya rumah biasa tapi sekarang sudah menjadi tempat usaha. Mulai dari warnet, tempat fitness, cuci kiloan hingga jual makanan khas cimahi. Dan yang seperti ini membangun kota ini dengan membayar pajak. *Iya klo taat pajak dan g ada yang seperti gayus di kota ini*

Selanjutnya saya ke Ciawatali menuju kantor pemerintahan kota. Memang 5 tahun yang lalu gedung ini masih belum "mantep" seperti sekarang. Disebelah gedung ini ada Cimahi Convention Center, kebetulan saya pernah masuk kedalam gedung tersebut. Arsitektur yang modern dan layak disebut Convention, tapi sepertinya belum teruji sebagai "tempat" Convention apa saya belum tau??

Kantor Pemkot Cimahi

Perjalanan pun saya lanjutnkan, dengan menggunaka motor honda saya bisa leluasa berhenti untuk mengamati kondisi sekitar. Tujuan berikutnya Stasion Bandung. 

Jalan yang saya ambil dari cihanjuang terus menuju jalan pesantren dan masuk komplek, sayangnya saya lupa namanya. Yang pasti komplek ini merupakan jalan alternatif jika jalan di jalur protokol macet. Saya diperkenalkan akan jalan ini oleh Ayah. Karena dulu  kerja di IPTN atau sekarang disebut PT. DI jalan ini merupakan jalan alternatif yang paling ampuh. Kita bisa memilih jalan keluar, bisa di Sukajadi atau arah Gunung Batu. Sebenarnya penjagaan komplek ini sangat ketat, keluar masuk komplek pasti ada pos satpam dan ada tulisan "Bukan Jalan Umum". Ada yang selalu saya perhatikan dari satu rumah di komplek ini, yaitu rumah yang menjual sepatu. Saya diberitahu ayah klo m beli sepatu disni lebih murah daripada di toko, tapi hingga saat ini saya belum membukitkannya karena belum pernah mampir dan menanyakan harga sepatu disana. Tadi saya perhatikan rumah tersebut masih sama, menjual sepatu mungkin sedikit "nambah" dengan menjual boneka-boneka. Kemudian saya perhatikan pula komplek ini, rumah penduduknya banyak yang membuka usaha mulai dari warung kecil, masakan hingga kue dengan brand name sendiri, padahal komplek ini cukup terpencil. Keluar dari komplek ini ada masjid yang kecil dan didepannya ada penjual koran yang terbilang cukup lengkap, tapi saya pernah m beli koran BOLA ternyata penjualnya belum mendapatkan korannya. Waaah sungguh sayang koran BOLA tidak tersedia di komplek ini,hehe... 

Rabu, 02 Februari 2011

Egyptian apparel sector struggles on during the crisis



Egypt's garment export industry, worth US$2bn a year, has been struggling to cope with the political crisis in its home country, with ports closed and plants working shorter hours, if at all. But factories are still producing clothing and textiles and international clients have yet to cancel orders.
The protests against the regime of President Hosni Mubarak, which started on 25 January and have since escalated, started affecting the textile and garment industry when the government imposed a daily 17-hour curfew: employees were not able to get to work, and the ports were closed.
"Factories are trying to work from 9am-2pm when there is no curfew, since the curfew starts at 3pm. It is not business as usual but it is running," Bassem Sultan, CEO of Alexandria-based Dyetex, and honorary treasurer of the International Textile Manufacturers Federation (ITMF), told just-style. "I think by Saturday, if the curfew is over, we will try and compensate for lost time."
"Factories are producing, but not shipping," he adds. "The last day that shipping happened was last Friday (28 January), but the situation can only last so long because of its effects on the economy, so the sector should be exporting by next week, although it is impossible to know."
Sultan stresses that retailers and clients in Europe and the US have not, so far, cancelled any orders.
Dr Christian Schindler, director general of the ITMF in Zürich, told just-style that the sector has not been as badly affected as would be thought.
"Business has not been dramatically affected, although companies are not working to a large extent and foreign employees might also have left the country in the mean time for security reasons.
"I imagine the impact on the sector would change if developments show a peaceful transformation is not in sight. Everyone is waiting and looking, and taking some precautions, but I think it doesn't really affect the industry to a major extent," he says.
EU and QIZ exports
The current crisis, which could result in a regime change, puts into question trade agreements recently signed by the Egyptian government with the European Union.
Uncertainty also hangs over the operation of Qualifying Industrial Zones (QIZ), which were set up in 2005 to allow textiles and garments made at Egyptian facilities with11.7% input made in Israel to enter the United States duty-free.
Currently, overall exports are split 60% towards Europe and 40% for the US market.
Even if there is a change in government that may not be overly pro-Western or pro-Israel, Dr Schindler believes the ongoing crisis will not affect exports to the EU or from the QIZs.
"In my opinion there will not be an effect on business relations or political relations with the EU as long as it is a peaceful transformation and doesn't get radical," he said. He also believes the QIZs will not be affected since this would not be in the long term interests of Egyptian manufacturers.
In the first nine months of 2009, the latest statistics available, textile and textile garment exports from the QIZs were US$199m, down from US$205m during the same period in 2008, according to QIZ documentation.
Cotton situation
Interestingly, the ongoing crisis has not had an impact on international cotton prices or the garment industry due to only 130,000 tonnes of Egyptian cotton being produced a year. Global production is around 24m tonnes, according to the ITMF.
"Egyptian cotton is high quality, as everyone knows, but production quantities are very low so [the crisis] is not affecting the international markets or the futures markets," said Dr Schindler.
"Only the small market for extra long staple cotton will be. The crisis might affect the market psychologically but not really the market itself as cotton has not been destroyed or damaged, so the cotton that is there and planted will be there, and will be sold, that is for sure."

Kamis, 27 Januari 2011

US: Adult clothing requires flammability certificates


Manufacturers and importers of clothing for teens and adults are now required to provide certification to show the garments are made from fabrics that meet the Consumer Product Safety Improvement Act's (CPSIA) flammability standards for non-children's products.
The changes come after the US Consumer Product Safety Commission (CPSC) voted to lift a stay of enforcement on the certification that was introduced in early 2009.
As a result, from Wednesday (26 January) a general certificate of conformity (GCC) is required for the flammability standards for clothing textiles, certifying that a manufacturer's products comply with these standards.
GCCs do not need to be based on testing done by a third-party laboratory, but can be done by the manufacturer of the product based on a test of each product or on a "reasonable testing program."
A GCC must accompany the product whether imported or manufactured in the US.
Exemptions apply to all fabrics made entirely from, or a combination of, any of the following fibres: acrylic, modacrylic, nylon, olefin, polyester or wool.

Rabu, 26 Januari 2011

Glory Man United

Glory Man United


Meski saya bukan pendukung Man. United tapi saya gemar mengumpulkan info tentang M.U karena punya sejarah dan pemain yang bagus, saya ga habis pikir jika M.U tidak dilatih dengan Ferguson lagi. Sepertinya tak'kan ada gantinya dan berharap M.U pun akan mundur seiring dengan mundurnya Fergie yang sudah terlalu tua,hehe..Jadi Arsenal yang juara karena punya banyak pemain muda,haha..it's just kidding everyone I just love football. Mari kita bernyanyi sambil melihat siapa yang berjaya kemudian. "glory..glory united.." :'D

Selamat datang di "Ruang Tulis"

Kita akan memasuki gedung bertingkat, berlantai 30 untuk bertemu seseorang dilantai 12. Ketika masuk gedung, anda harus memakai ID visitor sebagai tanda pengenal. Tiba dilantai 12, bertemu dengan resepsionis kemudian menjelaskan maksud kedatangan kita untuk kemudian diantar untuk menunggu di ruang tunggu yang disediakan. Di dalam ruang tunggu terdapat berbagai macam fasilitas yang dapat kita gunakan. Biasanya ada majalah, koran, berbagai foto kegiatan, atau juga penghargaan yang diterima dan tidak menutup kemungkinan ada televisi didalamnya namun televisi tersebut berisi informasi dari perusahaan yang bersangkutan. Semua itu disediakan untuk kita supaya tidak merasa bosan untuk menunggu. Ya, ruang tunggu dan saya sangat senang berada dalam ruang tunggu seperti itu tapi jika hanya tersedia meja bundar kemudian secangkir teh hangat dan jam dinding sepertinya saya akan segera memberitahukan teman saya untuk segera keluar atau ekstrimnya saya segera meninggalkan ruangan yang membosankan itu.

Seperti halnya ruang tunggu yang memiliki fasilitas dan dapat membuat kita nyaman maka saya mencoba menciptakan  "ruangan" senyaman itu meski hanya didunia maya. Karena tamu adalah raja dalam dunia maya yang saya buat ini, kalian juga dapat ikut menulis dengan memberikan komentar atau lainnya. Tapi sayangnya saya tidak dapat menyuguhkan teh hangat atau kopi hitam. Selamat datang di Ruang Tunggu sambil membaca dan menulis.